Kata Kata Mutiara Ramadhan 2012 akan di bagikan di blog kata mutiara. tentang kata kata mutiara ramadhan 2012 atau kata kata mutiara ramadhan terbaru 2012. ramadhan tinggal menghitung jam lagi mari kita sambut dengan hati yang bersih setelah beberapa hari yang lalu berbagi jadwal puasa 2012 dan ucapan puasa. menjelang ramdhan admin akan berbagi kata mutiara ramadhan
admin mengucapkan selamat menunaikan ibadah puasa dalam bentuk kata kata mutiara ramadhan yang merupakan hal yang perlu dilakukan dalam menjalankan puasa ini. nah buat sobat yang belum mempunyai atau belum memberikan kata mutiara ramadhan silkan di kirimin
![]() |
siapa sebenarnya para anak muda “Wildan” yang dikekalkan sebagaimana disebutkan di dalam al-Qur’an, apakah mereka adalah dari golongan manusia atau dari golongan malaikat, dan apa peran yang dipercayakan kepada mereka di surga?
Jawaban :
“Wildan” yang bermakna anak-anak muda disebutkan dalam al-Qur’an sebanyak dua kali, di dalam surat al-Waqi’ah dan di surat al-Insan.
Ayat yang terdapat di dalam surat al-Waqi’ah ayat 17-18 firman Allah Swt yang berbunyi:
يَطُوفُ عَلَيْهِمْ [B]وِلْدَانٌ [/B]مُّخَلَّدُونَ بِأَكْوَابٍ وَأَبَارِيقَ وَكَأْسٍ مِّن مَّعِينٍ
“Mereka dikelilingi oleh anak-anak muda yang tetap muda, dengan membawa gelas, cerek dan minuman yang diambil dari air yang mengalir”
Sedangkan ayat yang lain terdapat di dalam surat al-Insan ayat 19. Allah Swt berfirman:
وَيَطُوفُ عَلَيْهِمْ [B]وِلْدَانٌ[/B] مُّخَلَّدُونَ إِذَا رَأَيْتَهُمْ حَسِبْتَهُمْ لُؤْلُؤًا مَّنثُورًا
“Dan mereka dikelilingi oleh anak-anak muda yang tetap muda. apabila kamu melihat mereka, kamu akan mengira mereka, mutiara yang bertaburan”.
Akan tetapi al-Qur’an tidak menyebutkan tentang hakikat “Wildan”, melainkan hanya mensifati mereka dalam dua ayat tersebut dengan kata “Mukhalladun” yang dikekalkan, yang berarti jelas bahwa sesungguhnya mereka memiliki bentuk dan kebeliaan yang selalu terjaga. Mereka tidak mengalami penuaan dan mereka seterusnya akan demikian untuk selama-lamanya.
Ayat di surat al-Insan tersebut mengumpamakan mereka bagaikan mutiara-mutiara yang bertebaran, sebagai gambaran tentang keelokan pemandangan mereka dan kemudaan bentuk mereka serta kejernihan warna mereka.
Dan dari ayat yang terdapat di surat al-Wa’qiah di atas dapat dipahami bahwa peran yang dipercayakan kepada mereka adalah melayani orang-orang yang beriman para penghuni surga, dan hal itulah yang nampak jelas dari firman Allah Swt:
يَطُوفُ عَلَيْهِمْ [B]وِلْدَانٌ[/B] مُّخَلَّدُونَ بِأَكْوَابٍ وَأَبَارِيقَ وَكَأْسٍ مِّن مَّعِينٍ
“Mereka dikelilingi oleh anak-anak muda yang tetap muda, dengan membawa gelas, cerek dan minuman yang diambil dari air yang mengalir”
Makna dari anak-anak belia itu mengelilingi kaum mukminin dengan gelas-gelas dan cerek adalah mereka membawa dan mempersembahkannya kepada mereka.
Sebagaimana pula jelas dari kedua ayat di atas bahwa mereka para anak muda “Wildan” bukanlah dari golongan malaikat, karena tidak ditemukan ungkapan tentang para malaikat bahwa mereka adalah para anak muda “Wildan”. Sebagaimana jika memang betul mereka adalah para malaikat maka tidak pantas jika disifati “Wildan”, karena penyebutan tentang para malaikat dengan ungkapan para anak muda “Wildan” sama dengan menurunkan derajat mereka dan hal yang demikian itu bertentangan dengan kemuliaan yang diberikan Allah Swt kepada mereka, di mana Allah Swt telah mensifati mereka di dalam kitab suci-Nya bahwa mereka adalah:
عِبَادٌ مُّكْرَمُونَ لا يَسْبِقُونَهُ بِالْقَوْلِ وَهُم بِأَمْرِهِ يَعْمَلُونَ
“Sebenarnya (malaikat-malaikat itu), adalah hamba-hamba yang dimuliakan, Mereka itu tidak mendahului-Nya dengan Perkataan dan mereka mengerjakan perintah-perintahNya”.
Memang tidaklah bermasalah jikalau Allah Swt menurunkan derajat para malaikat untuk melayani orang-orang yang beriman sebagai penghuni surga hanya saja hal tersebut tidak menunjukkan bahwa yang dimaksud dari firman Allah Swt itu adalah para malaikat, karena yang biasanya difahami bahwa penggunaan kata “Wildan” itu bermakna anak kecil dari bangsa manusia, kalau seandainya yang dimaksud dari kata “Wildan” tersebut adalah malaikat maka pasti ada konteks / bukti lain yang menunjukkan hal tersebut, dengan tidak adanya tanda yang yang menjelaskan hal tersebut, dan tidak adanya penguat bahwa kata “Wildan” tersebut digunakan untuk malaikat maka jelaslah bahwa yang dimaksudkan dari firman Allah Swt tersebut bukanlah para malaikat.
Memang tidak ada penegasan bahwa mereka para anak muda “Wildan” adalah dari bangsa manusia, meski disebutkan di dalam beberapa riwayat bahwa mereka adalah dari anak-anak yang ada di dunia. Pernah suatu saat Rasulullah Saw ditanya berkaitan dengan anak-anak kecil dari keturunan orang-orang musyrik yang telah meninggal dunia beliau bersabda: “Para pelayan penghuni surga berbentuk anak-anak muda, dan sesunnguhnya mereka diciptakan untuk melayani penghuni surga”.
Diriwayatkan dari Amirul Mukminin as beliau pernah bersabda: “al-Wildan” adalah anak-anak dari penduduk dunia yang masih belum memiliki kebaikan yang atasnya mereka diberi pahala, dan tidak memiliki keburukan sehingga mereka disiksa atasnya maka mereka menempati posisi ini”.
Ada kemungkinan lain yang ditambahkan oleh riwayat-riwayat tersebut, bahwasannya anak-anak muda “al-Wildan” yang dikekalkan meskipun mereka memiliki tabiat kemanuisaan, akan tetapi penciptaan mereka adalah penciptaan yang lain, tugas mereka seperti tugas para bidadari, maka mereka bukanlah dari anak-anak dunia hanya saja tabiat mereka menyerupai tabiat anak-anak dunia, Sesungguhnya Allah Swt Maha Mengetahui segala hakikat seluruh permasalahan.
Jawaban :
“Wildan” yang bermakna anak-anak muda disebutkan dalam al-Qur’an sebanyak dua kali, di dalam surat al-Waqi’ah dan di surat al-Insan.
Ayat yang terdapat di dalam surat al-Waqi’ah ayat 17-18 firman Allah Swt yang berbunyi:
يَطُوفُ عَلَيْهِمْ [B]وِلْدَانٌ [/B]مُّخَلَّدُونَ بِأَكْوَابٍ وَأَبَارِيقَ وَكَأْسٍ مِّن مَّعِينٍ
“Mereka dikelilingi oleh anak-anak muda yang tetap muda, dengan membawa gelas, cerek dan minuman yang diambil dari air yang mengalir”
Sedangkan ayat yang lain terdapat di dalam surat al-Insan ayat 19. Allah Swt berfirman:
وَيَطُوفُ عَلَيْهِمْ [B]وِلْدَانٌ[/B] مُّخَلَّدُونَ إِذَا رَأَيْتَهُمْ حَسِبْتَهُمْ لُؤْلُؤًا مَّنثُورًا
“Dan mereka dikelilingi oleh anak-anak muda yang tetap muda. apabila kamu melihat mereka, kamu akan mengira mereka, mutiara yang bertaburan”.
Akan tetapi al-Qur’an tidak menyebutkan tentang hakikat “Wildan”, melainkan hanya mensifati mereka dalam dua ayat tersebut dengan kata “Mukhalladun” yang dikekalkan, yang berarti jelas bahwa sesungguhnya mereka memiliki bentuk dan kebeliaan yang selalu terjaga. Mereka tidak mengalami penuaan dan mereka seterusnya akan demikian untuk selama-lamanya.
Ayat di surat al-Insan tersebut mengumpamakan mereka bagaikan mutiara-mutiara yang bertebaran, sebagai gambaran tentang keelokan pemandangan mereka dan kemudaan bentuk mereka serta kejernihan warna mereka.
Dan dari ayat yang terdapat di surat al-Wa’qiah di atas dapat dipahami bahwa peran yang dipercayakan kepada mereka adalah melayani orang-orang yang beriman para penghuni surga, dan hal itulah yang nampak jelas dari firman Allah Swt:
يَطُوفُ عَلَيْهِمْ [B]وِلْدَانٌ[/B] مُّخَلَّدُونَ بِأَكْوَابٍ وَأَبَارِيقَ وَكَأْسٍ مِّن مَّعِينٍ
“Mereka dikelilingi oleh anak-anak muda yang tetap muda, dengan membawa gelas, cerek dan minuman yang diambil dari air yang mengalir”
Makna dari anak-anak belia itu mengelilingi kaum mukminin dengan gelas-gelas dan cerek adalah mereka membawa dan mempersembahkannya kepada mereka.
Sebagaimana pula jelas dari kedua ayat di atas bahwa mereka para anak muda “Wildan” bukanlah dari golongan malaikat, karena tidak ditemukan ungkapan tentang para malaikat bahwa mereka adalah para anak muda “Wildan”. Sebagaimana jika memang betul mereka adalah para malaikat maka tidak pantas jika disifati “Wildan”, karena penyebutan tentang para malaikat dengan ungkapan para anak muda “Wildan” sama dengan menurunkan derajat mereka dan hal yang demikian itu bertentangan dengan kemuliaan yang diberikan Allah Swt kepada mereka, di mana Allah Swt telah mensifati mereka di dalam kitab suci-Nya bahwa mereka adalah:
عِبَادٌ مُّكْرَمُونَ لا يَسْبِقُونَهُ بِالْقَوْلِ وَهُم بِأَمْرِهِ يَعْمَلُونَ
“Sebenarnya (malaikat-malaikat itu), adalah hamba-hamba yang dimuliakan, Mereka itu tidak mendahului-Nya dengan Perkataan dan mereka mengerjakan perintah-perintahNya”.
Memang tidaklah bermasalah jikalau Allah Swt menurunkan derajat para malaikat untuk melayani orang-orang yang beriman sebagai penghuni surga hanya saja hal tersebut tidak menunjukkan bahwa yang dimaksud dari firman Allah Swt itu adalah para malaikat, karena yang biasanya difahami bahwa penggunaan kata “Wildan” itu bermakna anak kecil dari bangsa manusia, kalau seandainya yang dimaksud dari kata “Wildan” tersebut adalah malaikat maka pasti ada konteks / bukti lain yang menunjukkan hal tersebut, dengan tidak adanya tanda yang yang menjelaskan hal tersebut, dan tidak adanya penguat bahwa kata “Wildan” tersebut digunakan untuk malaikat maka jelaslah bahwa yang dimaksudkan dari firman Allah Swt tersebut bukanlah para malaikat.
Memang tidak ada penegasan bahwa mereka para anak muda “Wildan” adalah dari bangsa manusia, meski disebutkan di dalam beberapa riwayat bahwa mereka adalah dari anak-anak yang ada di dunia. Pernah suatu saat Rasulullah Saw ditanya berkaitan dengan anak-anak kecil dari keturunan orang-orang musyrik yang telah meninggal dunia beliau bersabda: “Para pelayan penghuni surga berbentuk anak-anak muda, dan sesunnguhnya mereka diciptakan untuk melayani penghuni surga”.
Diriwayatkan dari Amirul Mukminin as beliau pernah bersabda: “al-Wildan” adalah anak-anak dari penduduk dunia yang masih belum memiliki kebaikan yang atasnya mereka diberi pahala, dan tidak memiliki keburukan sehingga mereka disiksa atasnya maka mereka menempati posisi ini”.
Ada kemungkinan lain yang ditambahkan oleh riwayat-riwayat tersebut, bahwasannya anak-anak muda “al-Wildan” yang dikekalkan meskipun mereka memiliki tabiat kemanuisaan, akan tetapi penciptaan mereka adalah penciptaan yang lain, tugas mereka seperti tugas para bidadari, maka mereka bukanlah dari anak-anak dunia hanya saja tabiat mereka menyerupai tabiat anak-anak dunia, Sesungguhnya Allah Swt Maha Mengetahui segala hakikat seluruh permasalahan.
Langganan:
Postingan (Atom)





















- Follow Us on Twitter!
- "Join Us on Facebook!
- RSS
Contact